Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Manis Getir Skripsi: Versi Komik

Kisah ini sebenarnya terjadi setahun lalu, ketika saya yang sekarang telah lulus kuliah, masih ada dalam tahap pengumpulan data penelitian. Saat akhirnya komik karya Windi ini terbit, giliran si pembuat komik yang sedang ada di level pengumpulan data penelitian. Tokoh di komik itu saya dan Windi. Astri yang dimaksud di komik di bawah ini adalah Asrama Putri TPB IPB. Ini adalah seri manis getir skripsi versi komik yang pertama. Manis Getir Skripsi versi buku tidak disebar bebas, versi blog bisa sesukanya kamu baca disini, dan versi komik selanjutnya mungkin akan muncul di blog Nona Windi yang sekarang sedang melalui fase duet rasa penyelesaian skripsi itu.

Sebelum kamu baca komiknya, saya kasih tahu dulu sebuah fakta tentang manis getir skripsi melalui kutipan tweet berikut:


 

Kamis, 05 Januari 2012

Manis Getir Skripsi: Epilog

Tugas akhir kuliah berupa sebuah penelitian telah rampung saya tunaikan. Selain skripsinya sendiri, saya juga mencetak buku "behind the scene" dibalik pembuatan syarat kelulusan tadi. Manis Getir Skripsi, demikian titel bukunya. Ada 57 halaman di dalamnya. Selain pengalaman-pengalaman yang sudah pernah saya bagi disini, di versi buuknya ada juga versi lengkap dari cerita-cerita itu. Selain Manis Getir Skripsi, saya juga membuat Akademi Pasca Graduasi. Ada beberapa bab di dalam buku kedua itu yang isinya pengalaman yang saya lalui setelah lulus dari IPB akhir tahun lalu. Kedua buku itu rampung tepat di hari penutup tahun 2011. Untuk saat ini, keduanya cuma bertugas sebagai dokumentasi kehidupan saya. Jadi sebenarnya dulu saya nulis juga pengalaman-pengalaman unik selama di SMA di beberapa lembar kertas, ditulis tangan, lalu disimpan di kotak sepatu yang isinya "dokumen-dokumen penting", tapi malangnya, kotak itu hilang waktu mau dibawa ke Bogor, pas awal-awal mau kuliah dulu. Nah biar kejadian serupa ga terulang, saya mengemas Manis Getir Skripsi dan Akademi Pasca Graduasi dengan metode berbeda dari yang dulu. Maka dengan diluncurkannya versi fisik dari kedua buku itu, maka seri Manis Getir Skripsi di blog ini secara resmi telah usai. :)

Kamis, 08 Desember 2011

Manis Getir Skripsi: Selebrasi Part 1

Biasanya pelepasan wisudawan/ti (selanjutnya disebut wisudawan aja) digelar setelah prosesi upacara wisuda di gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB, tapi kali ini Hari Pelepasan Sarjana dihelat sehari bada prosesi seuniversitas. Bertempat di ruang diskusi FEMA, para wisudawan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) diarak dengan ritual kecil yang hangat dan dekat. Acaranya sangat meriah dan tentu saja berkesan juga. Berikut saya lampirkan beberapa foto dan video selama acara berlangsung. Beberapa foto berukuran lebih besar (terutama yang objek fotonya banyak), klik saja fotonya. Dua video yang disertakan adalah rekaman penampilan IKK 44 dan penampilan Pak Arif Satria (dekan FEMA) yang berkolaborasi dengan Pak Budi Setiawan (ketua departemen Gizi Masyarakat) dan Alfian Helmi (wisudawan FEMA). Video kedua saya unggah setelah sebelumnya mendapat restu dari Pak Budi yang tampil di video sebagai pemeran utama. Kata beliau "jangan, nanti saya kebanjiran order". :D







Saat penyerahan plakat kepada lulusan FEMA, saya minta bantuan Wira untuk mengabadikan momen ketika saya berjabat tangan dengan para dosen. Foto karya Wira bagus. Ketika kami berganti posisi, saya gagal membuat hal serupa, padahal semua setting dan kameranya sama. Hehe.
























Yang di bawah ini spesial buat diunduh Zizul dan fansnya. :D


Usai menghadiri HPS, para wisudawan FEMA bertolak ke GWW untuk melaksanakan gladiresik wisuda besok. Kami diingatkan lagi untuk menyanyikan hymne IPB dengan benar oleh Pak Prof Hutomo. Beliau begitu berapi-api mendidik kami. Semangatnya seakan sama dengan ketika beliau mengajarkan lagu "Bebaskanlah kampus kita dari sampah dan asap rokok" ketika kami pertama kali masuk IPB.




Pas Rajib datang, saya langsung inget koleksi foto waktu kami tinggal selorong di asrama C1, lalu kami berfoto. Ternyata, tanggal pengambilan foto dua foto di bawah sama, bedanya dua tanggal itu terpisah 3 tahun. :D


Foto-foto dan kisah dibalik prosesi wisuda 7 Desember rencananya mau diceritain di buku Manis Getir Skripsi. hehe. Tunggu tanggal terbitnya. ;)





Sabtu, 03 Desember 2011

Manis Getir Skripsi: Sudah Digariskan Part 3

Akhirnya, kepastian tentang PPAN jelas sudah. Kepastian gagal ke Kanada datang awal September, pas hari ulang tahun saya yang ke-22. Hehe. Waktu itu saya dijanjikan bakal dihubungi akhir September karena program pengganti Kanada bakal jalan bukan Oktober. Di Sudah Digarikan Part 2, saya masih merahasiakan negara pengganti Kanada. Baiklah saya bocorkan rahasianya. Setelah gagal ikut program PPIK, saya katanya kemungkinan diikutsertakan ke program PPIKor, Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan.

Intinya, ke Korea pun saya ga jadi tahun ini. haha. Wong programnya udah jalan bulan November lalu. Cerita detil tentang lika-liku kepasporan di bagian tiga Sudah Digariskan ini bakal dibeberkan di buku Manis Getir Skripsi yang rencananya rilis akhir tahun ini, pertengahan atau mungkin akhir Desember. :D

Kamis, 15 September 2011

Manis Getir Skripsi: Satu Jam Saja

Akhirnya, saya tiba di sesi berikutnya dari perjalanan panjang menyelesaikan tugas akhir ini. Proposal penelitian beres, ngambil dana abis, ngolah data udah, seminar? nah ini yang baru aja ditunaikan. Sebenarnya seminar itu simpel, kita cuma mempresentasikan hasil penelitian dan ditanya ini-itu tentang penelitian kita, waktunya juga cuma 1 jam. Ya, satu jam saja, satu jam yang menegangkan.
Sehari sebelum seminar, saya cukur rambut dulu. Gara-gara pas lagi di departemen waktu itu ketemu Bu Irni, beliau bilang saya udah gondrong. Pikir-pikir bener juga, langsung lah sorenya ke Asgar (Asli Garut, hair stylist langganan). haha. Malamnya, konsultasi statistik dulu sama Andra. Haha. Masih sehari sebelumnya, pas lagi cek sound di ruang seminar, ada Anggi. Tanpa disadari ternyata dia memasukkan sesuatu ke dalam tas saya dan nyuy sama Gilar. Kami yang mau seminar besok ternyata dikasih hadiah sama MD. Saya dapet sebuah bingkisan berisi sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa Sudah Digariskan. Hehe. Sweeeeettt!!! 
Hari sakral itu pun tiba. Ga banyak yang nonton. Saya memang berharap demikian, biar ga grogi. Hehe. Lagian waktu seminarnya juga pas lagi jam sibuk kuliah, jam 8 pagi. Singkat cerita, seminar beres. Sekarang siap-siap sidang. Hiya!

Sabtu, 10 September 2011

Manis Getir Skripsi: Sudah Digariskan Part 2

Masih ingat kisah tentang sudah digariskan yang pertama? Disana saya bertutur bahwa sudah ada 3 kesempatan untuk melakukan studi singkat keluar Indonesia, dan semuanya gagal. Haha. Nah, beberapa hari lalu, satu kesempatan yang lewat tadi datang lagi. Ceritanya hari senin itu saya dan teman-teman (adik-adik tepatnya) sedang dalam perjalanan pulang dari daerah Garut Selatan yang indah itu. Waktu itu sekitar jam 10 an pagi. Dua panggilan masuk ke ponsel saya, sayangnya tak sempat terangkat. Lalu tibalah SMS dari nomor yang tadi menghubungi. Itu ternyata Kak Sarah, alumni program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Katanya salah satu peserta yang akan mengikuti program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK) batal berangkat, jadi ada 1 kursi kosong. Ternyata, saya adalah juara 2 (peserta cadangan) dari Jawa Barat yang rencananya diproyeksikan mengisi posisi kosong jika ada. Hampir tiap tahun, kejadian macam ini terjadi. Udah ga aneh, tiba-tiba peserta yang juara 2 di tingkat provinsi (yang saat pengumuman ga dikasih tau, biar ga terlalu berharap mungkin ya.haha) sering dihubungi buat ngisi kekosongan kursi tadi. Bahkan, Kang TB, ketua PCMI Jabar (Purna Caraka Muda Indonesia, organisasi alumni PPAN Jabar) 'lahir' dari kejadian macam tadi. Oke, balik lagi ke perjalanan pulang dari Garsel di hari senin tanggal 7 waktu duha. Saat itu saya diminta menyiapkan berbagai persyaratan yang sekilas tampak ga mungkin dipenuhi dalam waktu sekian jam dari batas waktu. Puji Tuhan, Alhamdulillah, semuanya dimudahkan. Syarat-syarat yang diminta itu langsung diurus besoknya (tanggal 6) buat disetorkan tanggal 7 ke Kemenpora di Jakarta. Di sisi lain bola dunia, ternyata ada peserta dari daerah lain yang juga berminat dengan satu kursi panas tadi. Betul, saya punya saingan, nanti bakal diseleksi siapa yang pantas berangkat ke Kanada.

Jika lolos ke Kanada nanti, saya ga bakal punya waktu buat pamit kesana-kemari atau beli ini-itu dulu, bakal langsung dikarantina (karena sesi pelatihan pra keberangkatan sudah berjalan) dan caw, transit di Dubai lalu mendarat di Kanada. Makanya di malam tanggal 5, saya melepas amanah di Forum Indonesia Muda untuk mempersiapkan pelatihannya yang ke-11. Selain itu, saya juga udah pamit ke beberapa dosen, takutnya ga sempet ketemu kalau lulus, ga sempet ngurus percutian kuliah juga kalau lulus, makanya lewat SMS aja dulu.

Singkat cerita, tibalah tanggal 7 tadi. Saya berangkat dari rumah, kecamatan Limbangan Kabupaten Garut. Untungnya, ada teman ayah saya yang berbaik hati mengantar ke Senayan dari terminal Kampung Rambutan, hingga akhirnya tibalah saya sekitar jam 11 di kantor Pak Andy Malarangeng. 
Saya sebenarnya merasa terinspirasi. Ada seorang pemuda di kampung saya, dia mengajar ngaji. Saya pikir kalau misalnya dia mau minta tolong mungkin dia ga malu kali ya, wong udah punya jasa gitu di kampung, masa ada warga yang tega nolak kasih bantuan. Saya berkaca, apa ya jasa saya selama ini? Teman ayah saya ini dengan begitu baik hati membantu ikhtiar saya. Saya harus balas budi. Kepada beliau secara khusus tentu saja, dan umumnya ke kampung halaman. Saya harus menjaga siklus kebaikan ini terus berputar, gitu lah kira-kira. Beberapa waktu lalu, saya membantu mengetikkan sebuah proposal pendirian PAUD di daerah sekitar rumah. Ga banyak yang saya ketik, waktu itu saya emang ga bersemangat. Hehe. Tapi sekarang, saya bertekad untuk membantu realisasi PAUD tadi. Atau jika target PAUD tadi ga kesampean, saya bisa bantu ngajar pelajaran umum di pengajian anak-anak kalo lagi libur di rumah, pokoknya jangan kalah bermanfaat lah sama pemuda yang saya ceritakan tadi, pemuda yang dua tahun lebih tua dari saya, mang Suyud nama panggilannya.

Ceritanya saya udah ada di gedung Kemenpora. Saya langsung diwawancara. Jam 1 wawancara beres. Cerita dipercepat ke waktu malam, jam 7-an lah. Malam itu ponsel saya menerima panggilan dari nomor yang bermula dengan kode 021. Ah, ini dia. Panggilan itu saya jawab. Tempo pembicaraan begitu lambat. Penelepon dari Kemenpora berbicara dengan tenang. Padahal orang yang lagi ngobrol sama dia lagi degdegan ga karuan. Haha. "Keputusan dari rapat tadi siang..." katanya pelan-pelan, "adalah kamu belum berkesempatan untuk mengikuti program PPIK". Pelan-pelan tempo sistol-diastol menurun. Ya, memang sudah digariskan bukan kesana. Haha. "Tapi kamu kemungkinan akan diikutsertakan ke program Pertukaran Pemuda Indonesia-suatunegara (masih dirahasiakan takut ga jadi.haha)," sambungnya. "Bentuk programnya sama kayak PPIK, pelaksanaannya bulan Oktober. Berdoa aja biar bener-bener bisa ikut," tutupnya.

Ke Kanada atau kemanapun, tujuan utama dari program buatan kemenpora itu kan biar pemuda bisa ngasih kontribusi ke daerahnya, tapi yang ini dibekali pengalaman internasional. Meskipun ga lolos ke Kanada, (atau misalnya ga jadi ke negara lain tadi, worst case ini ya) tetep kan saya (dan kita sebagai pemuda) harus ngasih kontribusi positif ke lingkungan sekitar. Seleksi PPAN tingkat Jabar berhasil membuat saya bikin aransemen ulang beberapa lagu daerah. Semoga seleksi-hampir-ke-Kanada-tapi-semoga-jadi-ke-negara-lain ini memotivasi saya mengupayakan pendirian PAUD. Tapi jika PAUD tidak memungkinkan berdiri (karena setelah diskusi dengan dosen PS saya, banyak ternyata tantangannya), saya bisa ngasih pelajaran tambahan buat anak-anak sekitar rumah. Tapi bisa ah, semoga yah, belum dicoba ini. Teman-teman boleh tagih realisasi tulisan saya ini nanti. Hehe. Mohon bimbingan dan bantuannya ya.
Akhirnya akibat ketidakjadi berangkatan ini, saya akan melaksanakan seminar hasil penlitian sesuai dengan waktu yang semula direncanakan, hari Kamis tanggal 15 September 2011 jam 8 pagi di Ruang Seminar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Mohon doa restu. Berikut saya lampirkan hasil penelitian yang akan disampaikan nanti. Kehadiran serta masukan untuk hasil penelitian ini sangat saya tunggu dari teman-teman. :)




Rabu, 27 Juli 2011

Manis Getir Skripsi: Menyemat Selamat

Rabu itu di reminder saya sudah tertulis 'wisuda 44'. Bukan hari spesial untuk saya, tentu saja karena bukan saya yang diwisuda. hehe.

Ga ada perlakuan khusus terhadap hari keramat di IPB itu (selain wisuda, kegiatan rutin di IPB yang diadakan tiap Rabu adalah Rabuan, kumpul para dosen). Saya ke kampus jam 9 dan kembali ke kosan jam 11 setelah menerima makalah seminar yang akan saya bahas selasa depan. Setibanya di kosan, ada SMS masuk, dari Wawan. "Saudaraku jangan lupa saya hari ini diwisuda," kata Wawan di SMS itu. Yaudah, saya balik lagi ke kampus cuma buat menyematkan selamat buat sahabat saya itu. Wawan adalah salah satu teman sekamar saya waktu di asrama TPB IPB. Inilah gambaran asrama TPB yang saya potret di hari terakhir saya tinggal disana.

Saya awalnya tinggal di kamar nomor 99, berdua sama Nanda, mahasiswa gempal dan cerdas asal Medan yang terkenal dengan panggilan Gentong. Karena Gentong jarang ada di kamar, saya selalu tinggal sendirian di salah satu kamar yang menghadap jemuran yang kalau malam gelap dan spooky di lorong terangker di asrama saat itu. Soal keangkeran lorong saya, nanti kapan-kapan ceritanya. hehe. Nah akhirnya saya pindah ke kamar 92. Disana saya tinggal seruangan dengan Wawan tadi. Dua orang lain penghuni kamar itu adalah Fibo dan Reza (ya,di kamar 92 ada 2 orang yang namanya sama). Tahukah kamu, panggilan sayang kami untuk Reza adalah 'mamas', soalnya dia wong jowo, orang Surabaya, ade kelas se-SMA-nya Ahmad Dhani, rocker pula dia. Wawan yang pertama kali ngasih panggilan 'mamas'. Saya suka geli sendiri dengan panggilan itu. Mamas dalam bahasa sunda artinya t***t. haha. Inilah foto kami saat menjalani photo session di seremoni perpisahan. hehe. Dua orang di kiri namanya sama. Yang jongkok di kanan itu Fibo, di belakangnya Wawan. nah Wawan inilah yang lulus duluan dan diwisuda peling awal diantara kami.

Saat acara wisuda, saya ketemu Mamas dan Fibo juga sebenarnya, tapi ga barengan, mereka juga sama lagi nyari Wawan yang baru keluar gedung Graha Widya Wisuda (GWW). Pas ketemu Wawan, saya udah ga bareng lagi sama mereka berdua, jadinya kami berfoto berdua saja.


Saya juga berjumpa dengan Limpi. Dia ini dikenal di kampus sebagai vokalis band cadas. Di foto itu selain saya dan Limpi, ada juga Osmond, bassis berbisa yang pernah seband sama Limpi (nama bandnya Nine Foul Out, seteru abadi Finding Nadia.haha). Ada juga Yuben, dia ini vokalis yang punya karakter suara melengking. Tahukah kamu? Di masa-masa awal masuk IPB, si Yuben ini gaya rambutnya mohawk. haha.



Ah, ternyata saya juga berjumpa dengan Bayu, teman sekosan saya di Wisma Sahabat. Kami berfoto dengan teman sekosan lainnya.

Wawan sebenarnya menahan saya untuk tidak pulang dulu, nunggu Fibo sama Mamas, tapi saya malah pulang.

Kapan saya diwisuda? Baru Tuhan yang tau. hehe. Doakan saja semoga saya segera menyusul mereka :)