Tampilkan postingan dengan label asphoria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asphoria. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Lupa Logout

Saya lagi baca blog Suci ini, terus saya kasih komentar. Sementara itu saya juga lagi ngerjain post blog tentang Asphoria ini. Saya lupa belum keluar dari akun Asphoria, jadilah begini :D

Asphoria Rilis Album Ketiga

Asphoria adalah trio produsen musik ambient rock / post rock. Musiknya sudah saya gemari sejak mereka merilis single perdana tahun 2009 lalu. Ketiga personilnya adalah teman dekat saya. Di akhir tahun lalu, saya diberi kesempatan untuk belajar di Asphoria sebagai manager. Album ini adalah album yang dirilis Asphoria ketika saya menjadi manager mereka. Aktivitas saya sebagai manager sebenarnya belum optimal. Tapi sebisanya saya bagi perhatian seadil mungkin. Hehe.


Posting ini di bawah ini adalah salinan dari blogsite Asphoria ini






You can download our brand new album "Eschatology" for free, click the picture above to download.


Released by: Hujan! Rekords (6-6-2012)






 ___________________________________________________________________________________________


**ABOUT**


 ___________________________________________________________________________________________


Dalam ilmu taksonomi atau penggolongan makhluk hidup, ras manusia memiliki nama resmi homo sapiens, artinya makhluk yang berpikir. Dorongan naluri berpikir itu mendorong manusia menelusuri jawaban atas berbagai hal, mulai dari misteri kehidupan sehari-hari, pencarian entitas bernama Tuhan, awal mula kehidupan, hingga akhir dari peradaban yang mereka bangun.



Rentetan koleksi temuan tentang dunia yang manusia tempati, mengantarkan spekulasi tentang apa yang akan terjadi di akhir tahun 2012. Ada yang punya data tentang saat itu, akhir peradaban manusia akan tiba. Ada juga yang punya pendapat tentang sebuah peristiwa yang menurutnya tak sekatastropik yang ditakutkan. Namun begitulah karakter prediksi, kita tak akan pernah tahu pasti hingga ajalnya tiba.



Reaksi atas penerawangan itu mungkin sudah begitu ramai di sektor kajian ilmiah dengan sajian opini berupa laporan penelitian, jurnal, dan bentuk publikasi lain. Asphoria, trio musisi yang memproduksi melodi indie rock ambient, memberi sumbangan paradigma atas topik akhir 2012 itu, dalam bentuk paket karya atau album yang terdiri dari dua versi. Versi pertama, album ini berisi 9 lagu, tersedia secara digital, halal diunduh dan terbit pada tanggal 6-6-2012 melalui net label Hujan! Rekords. Versi kedua, album ketiga Asphoria ini, muncul dalam wujud cakram padat (Compact Disk/CD), berisi 11 lagu dan dapat diakses di toko-toko CD mulai bulan Juli 2012. Eschatology, begitulah album ini memiliki nama. Kata "Eschatology" yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan akhir zaman, menjadi deskripsi singkat tentang apa yang terkandung dalam album ketiga band asal Bogor itu.



Eschatology diawali lagu dengan titel Copimentation. Lantunan 17 detik denting piano di lagu ini menjadi simbol gradasi perubahan warna pigmen kehidupan. Tentang dunia yang tak seutopis harapan, tentang harapan yang seredup lampu abu, dikisahkan di lagu kedua, Living In A World Of Atrocity. Lagu ketiga, bertajuk serupa judul album yang secara gamblang sekaligus misterius menceritakan tentang si topik sentral, serta deskripsi kejadian-kejadian yang menyertainya. Lagu ini juga menjadi menarik karena juga disertai data-data yang dikemas dalam nada. Departemen drum di lagu ini diisi oleh Irfan Hasibuan, drummer Eleven Fourth yang juga adik dari Maul Asphoria. Eschatology mencerahkan sekaligus menyenangkan.



Persuasi untuk tak lagi menoleh masa lalu yang bisa memancing penyesalan, disampaikan Asphoria di Never Look Back. Bahwa akhir itu ada dan akan tiba, dideskripsikan Asphoria di Descending Down yang berirama pesimis. Tentang kekosongan yang identik dengan akhir yang tak seperti kondisi sebelumnya dan tak bisa diputar balik, Asphoria paparkan dalam Dialek Ruang Hampa. Lagu ini adalah versi lain dari single berjudul sama yang rilis pada tahun 2011 lalu. Fiasco hadir sebagai penerimaan atas apa yang telah terjadi. Dalam lagu ini, Asphoria menghadirkan Pewee In The Garage sebagai rekanan bernyanyi. Leave! adalah gambaran situasi di akhir dunia, ketika ada beberapa yang mengajak menyelamatkan diri, sementara ada juga yang memilih bertahan dan menerima guliran tiap keping kejadian. Versi nonfisik Eschatology diakhiri dengan This Is Not The End yang padat dengan kidung nyanyin para prajurit yang berserah diri setelah berjuang. Nyanyian ini adalah penggalan dari salah satu adegan di film Atonement.



Versi fisik Eschatology akan terdengar lebih lengkap, karena disertai This Bright White Snow dan World Of Silence. This Bright White Snow pertama kali diluncurkan di tanggal 31 Maret 2012, bertepatan dengan perayaan Earth Hour. Sementara World of Silence direkam secara langsung (live) ketika Asphoria tampil di gelaran Panggung Mahasiswa di Cafe Stevia Institut Pertanian Bogor.



Track demi track dalam Eschatology, disusun menjadi sebuah cerita. Mulai dari dunia yang berubah, timbulnya kesadaran akan perubahan, kilas balik kejadian-kejadian lampau yang mengakibatkan perubahan dunia, munculnya penyesalan, mulai ikhlas menerima, menentukan pilihan hidup yg selanjutnya, hingga berserah diri pada Tuhan. -Rheza Ardiansyah-





 ___________________________________________________________________________________________


**TRACK LIST**


 ___________________________________________________________________________________________


1. Copigmentation


2. Living In A World Of Atrocity


3. Eschatology (featuring Irfan Hasibuan)


4. Never Look Back


5. Descending Down


6. Dialek Ruang Hampa


7. Fiasco (featuring Pewee In The Garage)


8. Leave!


9. This Is Not The End


 ___________________________________________________________________________________________


**CREDITS**


 ___________________________________________________________________________________________


Produced by Asphoria


Written by Asphoria


Mixed and mastered by Riandi Komet


Art designed by Achmad Fauzan Alfansuri and Widyastuti Utami


Drums on track 3 by Irfan Hasibuan


Vocals on track 7 by Pewee In The Garage


Choir Vocals on track 9 taken from the film Attonement (2007)


Liner Notes by Rheza Ardiansyah


Released and Published by Hujan! Rekords, 06 June 2012.


 ___________________________________________________________________________________________


**CONTACT**


 ___________________________________________________________________________________________


http://hujanrekords.com


http://twitter.com/hujanrekords


+6285721751422 (Rheza Ardiansyah)


asphoria@yahoo.com,


https://www.facebook.com/asphoria


http://www.twitter.com/asphoria


http://www.asphoria.blogspot.com


 ___________________________________________________________________________________________






































 ___________________________________________________________________________________________


 






















 ___________________________________________________________________________________________






      About Hujan! Rekords






Hujan! Rekords is a netlabel based in Bogor and founded in early 2009 to accommodate the talents who have financial constraints to release his work in physical form, and provide alternative solutions through the net releases for free via digital audio format under the Creative Commons License. Hujan! Rekords run by some people who can be counted on the fingers with the concept of finding and distributing the bands potential and have a quality of work. In conducting his label we do not target the benefits in terms of material for this label is basically made up our love of music and we aim to introduce the work of bands that have the potential to not restrict the public. We don’t bordering the genre of music we were going to release, because we are more concerned about the quality of the music itself outside of genre or the name of a band. Criticism, suggestions, and input from any parties will be received for the continuation and development of Hujan! Rekords. For bands that are interested in joining, can immediately contact us and if we are interested in your material, we will provide further confirmation.






Contact:


demo@hujanrekords.com


http://www.hujanrekords.com


http://www.twitter.com/hujanrekords


http://www.facebook.com/hujanrekords







Selasa, 22 Mei 2012

Coming Soon: Asphoria - Eschatology


Dalam ilmu taksonomi atau penggolongan makhluk hidup, ras manusia memiliki nama resmi homo sapiens, artinya makhluk yang berpikir. Dorongan naluri berpikir itu mendorong manusia menelusuri jawaban atas berbagai hal, mulai dari misteri kehidupan sehari-hari, pencarian entitas bernama Tuhan, awal mula kehidupan, hingga akhir dari peradaban yang mereka bangun.
Rentetan koleksi temuan tentang dunia yang manusia tempati, mengantarkan spekulasi tentang apa yang akan terjadi di akhir tahun 2012. Ada yang punya data tentang saat itu, akhir peradaban manusia akan tiba. Ada juga yang punya pendapat tentang sebuah peristiwa yang menurutnya tak sekatastropik yang ditakutkan. Namun begitulah karakter prediksi, kita tak akan pernah tahu pasti hingga ajalnya tiba.

Reaksi atas penerawangan itu mungkin sudah begitu ramai di sektor kajian ilmiah dengan sajian opini berupa laporan penelitian, jurnal, dan bentuk publikasi lain. Asphoria, trio musisi yang memproduksi melodi indie rock ambient, memberi sumbangan paradigma atas topik akhir 2012 itu, dalam bentuk paket karya atau album yang terdiri dari dua versi. Versi pertama, album ini berisi 9 lagu, tersedia secara digital, halal diunduh dan terbit pada tanggal 6-6-2012 melalui net label Hujan! Rekords. Versi kedua, album ketiga Asphoria ini, muncul dalam wujud cakram padat (Compact Disk/CD), berisi 11 lagu dan dapat diakses di toko-toko CD mulai bulan Juli 2012. Eschatology, begitulah album ini memiliki nama. Kata "Eschatology" yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan akhir zaman, menjadi deskripsi singkat tentang apa yang terkandung dalam album ketiga band asal Bogor itu.

Eschatology diawali lagu dengan titel Copimentation. Lantunan 17 detik denting piano di lagu ini menjadi simbol gradasi perubahan warna pigmen kehidupan. Tentang dunia yang tak seutopis harapan, tentang harapan yang seredup lampu abu, dikisahkan di lagu kedua, Living In A World Of Atrocity. Lagu ketiga, bertajuk serupa judul album yang secara gamblang sekaligus misterius menceritakan tentang si topik sentral, serta deskripsi kejadian-kejadian yang menyertainya. Lagu ini juga menjadi menarik karena juga disertai data-data yang dikemas dalam nada. Departemen drum di lagu ini diisi oleh Irfan Hasibuan, drummer Eleven Fourth yang juga adik dari Maul Asphoria. Eschatology mencerahkan sekaligus menyenangkan.

Persuasi untuk tak lagi menoleh masa lalu yang bisa memancing penyesalan, disampaikan Asphoria di Never Look Back. Bahwa akhir itu ada dan akan tiba, dideskripsikan Asphoria di Descending Down yang berirama pesimis. Tentang kekosongan yang identik dengan akhir yang tak seperti kondisi sebelumnya dan tak bisa diputar balik, Asphoria paparkan dalam Dialek Ruang Hampa. Lagu ini adalah versi lain dari single berjudul sama yang rilis pada tahun 2011 lalu. Fiasco hadir sebagai penerimaan atas apa yang telah terjadi. Dalam lagu ini, Asphoria menghadirkan Pewee In The Garage sebagai rekanan bernyanyi. Leave! adalah gambaran situasi di akhir dunia, ketika ada beberapa yang mengajak menyelamatkan diri, sementara ada juga yang memilih bertahan dan menerima guliran tiap keping kejadian. Versi nonfisik Eschatology diakhiri dengan This Is Not The End yang padat dengan kidung nyanyin para prajurit yang berserah diri setelah berjuang. Nyanyian ini adalah penggalan dari salah satu adegan di film Atonement.

Versi fisik Eschatology akan terdengar lebih lengkap, karena disertai This Bright White Snow dan World Of Silence. This Bright White Snow pertama kali diluncurkan di tanggal 31 Maret 2012, bertepatan dengan perayaan Earth Hour. Sementara World of Silence direkam secara langsung (live) ketika Asphoria tampil di gelaran Panggung Mahasiswa di Cafe Stevia Institut Pertanian Bogor.

Track demi track dalam Eschatology, disusun menjadi sebuah cerita. Mulai dari dunia yang berubah, timbulnya kesadaran akan perubahan, kilas balik kejadian-kejadian lampau yang mengakibatkan perubahan dunia, munculnya penyesalan, mulai ikhlas menerima, menentukan pilihan hidup yg selanjutnya, hingga berserah diri pada Tuhan.

Bagi kalian yang penasaran materi mereka di album baru ini, langsung saja dengarkan teaser-nya di bawah ini.

Sabtu, 05 Mei 2012

Rintangan Mengunggah




Rintangan dalam mengunggah video diatas adalah, karena akun youtube canisaymagz tidak bisa menampung video berdurasi lebih dari 15 menit. Akhirnya video penampilan Eyeliner di Panggung Mahasiswa-nya Ladang Seni bisa disimpan di akun youtube pribadi saya. Video diatas bisa dibilang bayaran untuk hutang saya ke Eyeliner. Sewaktu menjadi kru band ini di Fusion Music Festival, saya berniat membuatkan video dokumentasi, tapi urung terlaksana, dan baru sekarang ini video dokumentasi untuk band itu bisa saya buat.





Yang ini masalahnya adalah karena saya mengunggah video di kosan melalui mobile broadband. Saya mulai mengunggah jam 10an pagi. Siangnya saya harus masuk kerja, dan selama istirahat solat, saya bolak-balik kosan, buat ngecek status unggahan. Di pemeriksaan pertama, aman. Persentase unggahan naik, meski lambat banget. Masa setelah ditinggal empat jam cuma naik 3 persenan. Yaaah, namanya juga koneksi seadanya. Di kesempatan berikutnya, pas saya cek ternyata laptop sudah mati. Rupanya kambuh lagi gangguan pasokan dayanya. Saya unggah ulang. Kali ini ditinggal tidur. Besoknya pas bangun, laptop udah dalam keadaan mati, sepertinya gara-gara fitur automatic update dan restart. Saya lalu kompres ukuran videonya yang mungkin terlalu besar, lalu mengunggahnya di kantor. Ternyata disana cepat koneksinya. Video Asphoria diatas pun akhirnya tersaji di jagat internet.

Senin, 23 Januari 2012

Bergumul

Pertama, kita sepakati dulu bahwa yang dimaksud dengan BERGUMUL adalah BEr-Rheza, baGUs,MaUL. Terkesan dipaksakan? Emang. hehe. Sudahlah, lupakan soal istilah ngasal itu. Berikut saya ceritakan dua lagu serta kisah dibalik pembuatannya.

Lagu yang dinyanyikan sama Maul, direkam sewaktu kami menunggu hujan reda,padahal hari itu mau ada sesi foto-foto sama Asphoria. Yaudah sambil nunggu gigitaran dulu sama Maul, direkam pake handphone, ya begitulah jadinya. By the way, bagian yang saya nyanyikan di 00:50-00:57 itu bagian yang saya kira di lagu aslinya dinyanyikan dua orang. Tapi ternyata kata Maul, bagian yang saya nyanyikan itu ga ada, ga ada bagian nyanyi kayak gitu. Bagian "mistis" itulah yang makin nambah nilai magis lagu ini. A Day That I'm No Good at emang lagu favorit saya, sampe saya bikin cover versionnya.

Rheza and Maul - A Day That I'm No Good At (Asphoria Cover) by Rheza Ardiansyah


Nah kalau lagu yang dinyanyiin sama Bagus, Wake Me Up When September Ends itu dinyanyikan waktu Bogor lagi mati lampu. Kami menyanyikan lagu ini di lantai 2 shelter UKF dengan sumber cahaya hanya motor yang melintas dan biru langit yang suram. Bagus main gitar di lagu ini. Malam itu sebenarnya kami nyanyi banyak lagu, tapi hanya lagu ini yang direkam secara diam-diam. Bener, Bagus malu katanya kalau direkam. Kira-kira gimana ya reaksi dia setelah denger rekaman ini. muehehehe (senyum asimetris) :D
PS: Sebenarnya di lantai 2 itu ada Kak Andy juga :D


Rheza and Bagus - Wake Me Up When September Ends (Green Day cover) by Rheza Ardiansyah

Senin, 05 Desember 2011

Dialek Ruang Hampa

Langit adalah kanvas. Di bawah ini saya tampilkan koleksi foto saya yang menggambarkan lukisan langit berbahan awan dan cahaya matahari






















Kemarin sore sekitar jam 4, awan mendung udah menggantung sendu diatas langit Darmaga. Ketika sore semakin menua, bukannya hujan yang datang, tapi tarian cahaya di langit barat. Biasanya saya mengabadikan moment kontemplatif itu dalam rupa foto, tapi kemudian saya bereksperimen untuk merekamnya dengan video. Saya lalu terpikir ke ide pembuatan video Asphoria yang berjudul Dialek Ruang Hampa. Saya sempat terpikir untuk memvisualisasikan lagu itu dengan tampilan video ruang dalam arti ruang yang sebenarnya, kamar, kelas, dimensi yang dibatasi dinding. Akhirnya, rekaman gradasi warna di ruang langitlah yang saya jadikan visualisasi untuk lagu itu. Dengan demikian jadilah video Dialek Ruang Hampa di bawah ini. Musiknya digubah oleh Asphoria. Selamat merenungi diri. :D





Jumat, 18 November 2011

A Day That I'm No Good At

Pertama kali saya denger "a day that i'm no good at" adalah ketika suatu hari saya sedang berada di markas MAX!! sama Fikri. Waktu itu Fikri setel lagu dari laptopnya, keluarlah lagu dengan titel diatas. Saya sudah menduga, ini pasti lagu barunya Me And UFO Lovers (MAUL), ternyata bener. Saya langsung copy lagu itu, pas malemnya, saya dengerin terus itu lagu ga bosen-bosen, sampe ga mau tidur saking pengen dengerin terus, beneran.

Saya jatuh cinta sama lagu itu. Belakangan diketahuilah bahwa lagu itu menyimpan misteri. Soal misteri ini saya jauh lebih serius, beneran itu misterius. Kata kuncinya akrostik. Teman-teman bisa menemukan kode rahasia dibalik lagu itu, brilian. Belakangan ternyata lagu ajaib itu gabung sama lagu ajib lain di deretan menu album Notes About Life karya Asphoria. Nih lagu aslinya.


Saya lalu kepikir buat menyanyikan ulang lagu ini dengan gaya sendiri. Ide itu muncul tanggal 29 Agustus 2011, bermula dari aktivitas dentang-denting gitar di rumah. Hari itu saya langsung rekam, lalu mengendap hingga tanggal 19 November 2011 data rekaman itu diolah sampe jadi video di bawah ini. Sebelumnya MothersFathers (nama panggung Fikri yang saya ceritain diatas) juga udah modif lagu ini juga, bahkan masuk jadi salah satu album solo dia. Saya juga sempet kepikiran nambahin versi Fikri itu sama biola, tapi ga jadi. hehe. Akhirnya jadilah a day that i'm no good at versi saya ini. Enjoy! ;)



Senin, 26 September 2011