Tampilkan postingan dengan label sabang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sabang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2014

Menyelam di Sabang

Tulisan di bawah ini ditulis oleh saya (berpenutup kepala) dan Reno Sitoarso (kanan). Foto milik Chandra Sugondo. Yang paling kiri di foto adalah Mun, dive master kami
Saya akan gambarkan eksotisnya alam bawah laut bumi Sabang, Provinsi Aceh. Ada beberapa titik selam (dive spot), belasan bahkan sampai dua puluh lebih dive spot yang ada. Dari yang berupa tebing (cave), terowongan (tunnel), bangkai kapal (wreck ship), sampai yang bergelembung belerang (volcano underwater). Tapi sebelum lebih lanjut mengenal singkat ketujuh titik penyelaman tadi, ada baiknya kamu simak dulu video berikut ini:






Dalam dua hari kesempatan menyelam, ada 7 titik yang saya selami. Ini dia kisah mereka:
  1. East Seulako. titik penyelaman ini berdekatan dengan pulau kecil tak berpenghuni yang terletak di utara Pulau Weh. kami melakukan penyelaman pada kedalaman 20 meter, dan dapat melihat banyak kerumunan ikan berbagai macam jenis, untuk moray eel  jenis Blackspotted, Giant Moray serta Honeycomb juga dapat dijumpai pada kedalaman ini. Saya berjumpa dengan 4 ekor jenis moray eel sekepalan tangan yang kepalanya menjulur-julur dengan mulut menganga yang sepertinya menyambut kami dengan ramah, ada juga gurita hitam, stone fish yang samar menyerupai batu, scorpion fish yang tiarap di karang juga ada. Dua ikan terakhir itu berbahaya. Jangan disentuh.
  2. West Seulako. dibandingkan sisi timur, bagian barat Seulako ini lebih indah. Lebih banyak ikan yang berkerumun. Secara keseluruhan sih serupa dan yang dapat kita jumpai di sini dengan para nekton (organisme bergerak bebas tanpa ikut arus) di Seulako timur. di sini, saya lihat ikan napoleon dari jarak sekitar 7 meter di depan.
  3. Bate Tokong. Kamu tahu apa artinya bate tokong? batu kokoh. berlokasi belasan meter dari Pulau Seulako. Di bawah bate tokong ini ada goa melintang dengan panjang kurang dari 10 meter, yang terlihat gelap dan minim cahaya. Tapi coba kamu masuk kesana, dijamin jatuh cinta. Begitu masuk ada kelap kelip di mata saya. Rupanya itu ikan kecil yang banyak banget dan ada garis berwarna biru terang di siripnya. Entah ikan apa itu namanya, tapi indahnya bukan main. Mereka tidak takut berjarak kurang dari satu meter dari penyelam. Sekali tangan kita dikibaskan, mereka bergerak serentak ke satu arah. Luar biasa. Menyusuri goa itu, bukan hanya ikan kecil bergerombol yang cuma sejenis, tapi ada jenis lain. Ada juga udang kecil berbelang dengan antena berwarna pendar. Cantik.
  4. Arus Palee. Nah, Penyelaman di hari kedua ini saya merasakan menyelam di tempat berarus (current). Arus palee berarti arus jahat. Untungnya ketika saya nyemplung arus lagi ga jahat banget. Hehe. Di arus palee, kalau beruntung kita bisa bertemu tuan hiu sirip hitam atau hiu sirip putih. Mereka gak berbahaya buat manusia, meskipun tetep aja kalo ada darah bocor ya mereka sikat juga daging si sumber darah itu. Haha. Ada lagi hiu paus, whale shark. Dulu, kata Mun, guide/dive master saya, ada whale shark juga di sini. Si besar bertutul pemakan plankton itu enggan mampir lagi pasca tsunami, pasca kapal besar sering melintas. "Tapi empat bulan kemarin ada lagi", begitu kira-kira Mun memberi harapan. sayangnya, saya tidak ketemu sama mister hiu-hiu tadi. Tapi arus palee tetap seru. Schooling fish masih terlihat ramai, pun begitu dengan shoaling fish (ketahui perbedaan keduanya disini). Setelah menyusuri tebing kaya coral berbentuk tabung, kita akan tiba di ujung. Di sanalah, arus jahat sedikit jahil. Tubuh kita akan merasakan dorongan dan kayuhan fins terasa berat. Kalau sudah begitu jangan memaksakan melawan arus. Kami kembali berlindung di balik tebing dan lebih merapat ke dasar.  udara yang tersisa sudah menunjung angka 50. Saya tepuk dada (salah satu hand signal), kami pun perlahan naik ke permukaan dengan cara drifting.
  5. The Canyon. Siapa sangka di dekat tugu nol kilometer, ada titik selam yang indah. Dive master setempat menyebutnya Canyon, karena pada kedalaman 14 meter ada puncak tebing yang dasarnya menapak kedalaman 65 meter. Tebingnya jelas tidak kosong. Coral berbagai jenis terpajang indah di sana, dihiasi ornamen tambahan ikan-ikan di sekitarnya. Pada sebuah area, kita bisa berada diantara ngarai bawah laut yang indah bukan kepalang. Kita diapit dua tebing tinggi menjulang dan takjub bisa berada di sana. Lanjutkanlah penyelaman ke sisi tebing lain. Sebuah atol atau karang melingkar menyambut kita. Dengan gerak perlahan, kita bisa memasuki lingkaran gerbang kecil itu. Impresif. Selanjutnya kita akan bertemu dengan area selam berdasar kepingan batu-batu besar. Bentuknya banyak yang kubistik. Di sela-selanya banyak kehidupan. Dari scorpion fish (lagi), muray (lagi), sampai lion fish. Asik berkeliling ria, stok udara saya cepat menipis. Sambil ber-safety stop saya dipasok udara dari tabung Mun. Sekitar 40 menit kami menyelam, stok udara pria kecil itu masih 150an, dari stok penuh 200 bar. Dalam asupan body breathing, saya jadi saksi sebuah pertarungan indah yang sebenarnya biasa. Ribuan ikan kecil bersirip biru datang bergerombol. Mereka benar-benar melintas di antara kami. Di satu momen, kerumunan mereka pecah oleh ikan yang lebih besar, si napoleon kalau gak salah. Pecahan formasi yang rusak sementara itu loh yang keren. Ah, harus pakai kata apa lagi saya untuk menggambarkan indahnya disana. Haha.
  6. Rubiah Sea Garden. Berbekal satu tabung, kami bertolak dari pantai iboih untuk dua kali penyelaman. Pertama, di taman laut pulau rubiah. Titik ini berkategori mudah. Kami sepakat berhenti ketika jarum di gauge oksigen menunjuk angka 100. Sisanya dipakai untuk penyelaman berikutnya. Di rubiah sea garden banyak anemon, tentu clown fish kecil ada diantara tentakelnya yang terlihat kenyal. Kejutan datang. Seekor penyu melenggang cuek tepat ke arah kami. Saya menyingkir, dia lewat. Dari belakang tempurungnya saya sentuh. Si penyu menoleh angkuh lalu terus melaju. Kami lanjut berkeliling dan berhenti di angka 100.


  1. Volcano Underwater. Inilah yang paling membedakan menyelam di Sabang dan di tempat lain. Di titik ini kami menyelam tak lebih dari 10 meter. Cukup berkutat di kedalaman 7-9 meter, kita sudah bisa berjumpa dengan sumber gelembung udara hangat aktivitas vulkanik. Banyak titik semburan di dasar sana, dari yang kecil sampai yang gelembung udaranya sekepalan tangan. Kalau kamu tutup sumber udaranya, rasanya panas kayak kena ujung panas rokok. Saya merasakan sendiri soalnya. Haha. Hey, jangan kira di sana ga ada mainan lain. Meskipun dasarnya berpasir tanpa coral reef, masih ada ikan. Di antaranya ikan gembung bergigi empat. Dia sangat jinak. Kalau mau, kamu bisa pegang dia. Tapi saya sih tidak sarankan. Kalau sial, jari kamu bisa digigit. Saya dan ikan itu pernah berhadapan. Kami saling tatap mata. Hahaha. Beneran ini dia renang di depan, terus mukanya keliatan. Dua pasang gigi besar menyembul dari rahang atas dan bawahnya. Kalau saya berhak kasih dia nama, ikan ini akan bernama cepot. Karena mirip dengan tokoh punakawan sunda itu, tapi si ikan lebih menyeramkan. Haha. Menyelam di volcano underwater, kamu gak perlu pakai wet suit, karena airnya sudah hangat. Lagian kalau pake wet suit, aroma belerangnya terancam nempel dan susah hilang. Satu lagi tips terakhir buat nyelam di sini, kamu gak perlu punya stok udara banyak, karena di bawah sana kita rentan mudah bosan. Selain itu,  tidak ada objek yang dilihat selain pasir. Tapi dive spot ini tetap prestisius karena volcano underwater hanya ada di beberapa tempat di seluruh Indonesia. Jangan bilang pernah menyelam di Sabang kalau belum turun di dive spot volcano underwater (gak gitu juga sih intinya usahakan nyobain nyelam di sini lah kalau ke Sabang. Hehe).


Selama berada di Sabang, para penyelam maupun wisatawan tidak bisa sesukanya melakukan aktivitas laut seperti renang, nyelam maupun memancing di laut. Ada beberapa hari yang jadi pantangan buat beraktivitas di laut, di antaranya pada hari Jumat sampai jam 2 siang (setelah Sholat Jumat), dan ketika peringatan hari tsunami setiap tanggal 26 Desember. Adalah Putra, Pemuda asli Sabang yang sehari-hari menjadi guide/dive master. Dia berkisah tentang sekelompok wisatawan yang nekat menyelam di peringatan hari tsunami di dive spot yang memiliki wreck. Warga kemudian menyita boat mereka dan melarang adanya aktivitas menyelam di lokasi tersebut, selama beberapa periode. pada akhirnya yang rugi kan bukan si penyelam itu sendiri, tapi masyarakat sekitar. Jadi patuhilah aturan adat di sana.


Hari terakhir di Sabang saya berniat bersnorkeling di pantai dangkal depan penginapan. Malang bagi saya, sebelum ke perairan agak dalam, saya nginjak bulu babi. Padahal Deri, Ivas dan Reno teman se-tim saya bersnorkeling, bertemu lion fish dan shoaring fish di kedalaman sekitar 5 - 7 meter. Mungkin itu pertanda, agar saya suatu saat kembali lagi ke Sabang. Ya, sepertinya begitu. Semoga. :)

Sebagian teman-teman Flying Fish Divers yang menyelam bersama saya di Sabang

Senin, 09 Juni 2014

Jalan-Jalan di Sabang dan Banda Aceh

Kunjungan saya ke Aceh adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Perjalanan saya kesana akhir Mei lalu sudah direncanakan bahkan sejak Februari. Di sana pun saya cukup puas menikmati bentang alam darat-lautnya. Tapi kali ini, saya akan bercerita tentang kisah wisata di daratan Banda Aceh dan Sabang melalui rangkaian foto berikut ini:



Nyeberang ke sabang jam 4, sekarang udah di pelabuhan. Rencananya dua hari ke depan nyelam di 6 dive spot. Semoga lancar dan menyenangkan. Selamat hari libur (untuk yang merayakan :D)
Nyeberang ke sabang jam 4, sekarang udah di pelabuhan. Rencananya dua hari ke depan nyelam di 7 dive spot. Semoga lancar dan menyenangkan. Selamat hari libur (untuk yang merayakan :D)

Foto tadi sore, sebelum nyeberang ke sabang. Sambil nunggu kapal, ngopi dan ngemil telur setengah matang. Kopinya tanpa ampas, telurnya juga ya enak2 aja, ga amis, karena bagi saya rasa makanan itu cuma dua jenis, enak dan enak sekali. Hehe #sabang #aceh
Foto tadi sore, sebelum nyeberang ke sabang. Sambil nunggu kapal, ngopi dan ngemil telur setengah matang. Kopinya tanpa ampas, telurnya juga ya enak2 aja, ga amis, karena bagi saya rasa makanan itu cuma dua jenis, enak dan enak sekali. Hehe

Beberapa menit lalu yang gelantungan disana anak kecil, banyak. Lucu mereka bercanda. Gw tunda2 ambil fotonya sampe sadar mereka udah ga ada. Yaudah sekarang ambil yang ada aja. Haha #sabang #aceh #acehtrip #weh #iboih #indonesia
Beberapa menit lalu yang gelantungan disana anak kecil, banyak. Lucu mereka bercanda. Gw tunda2 ambil fotonya sampe sadar mereka udah ga ada. Yaudah sekarang ambil yang ada aja. Haha
Tadi sore: pantai teduh, air laut jernih dan hangat, pasir putih lembut #sabang #acehtrip #aceh #scuba #dive #diving #beach
Tadi sore: pantai teduh, air laut jernih dan hangat, pasir putih lembut
Dermaga pantai iboih malam ini. Penyelaman seharian ini menyenangkan. Dari kesampaian megang penyu lagi lewat sampai nyelam di tempat semburan gas belerang #sabang #aceh #acehtrip #dive #diving #iboih
Dermaga pantai iboih malam ini. Penyelaman seharian ini menyenangkan. Dari kesampaian megang penyu lagi lewat sampai nyelam di tempat semburan gas belerang
Di sabang, tiap hari jumat dan hari2 tertentu dilarang beraktifitas di laut. Orang sabang santai di rumah, wisatawannya jalan2 #sabang #aceh #acehtrip #iboih #jumat
Di sabang, tiap hari jumat dan hari tertentu dilarang beraktifitas di laut. Orang sabang santai di rumah, wisatawannya jalan-jalan
Pantai sumur tiga sabang pada suatu ketika #sabang #aceh #acehtrip #indonesia #beach #pantai #sumurtiga
Pantai sumur tiga sabang pada suatu ketika
Di pantai sumur tiga, ada sebuah restoran milik seorang bule. Siang tadi gw nyoba pizza dengan toping cumi/gurita/seafood lainnya. Boleh juga #aceh #acehtrip #sumurtiga #beach #pantai #indonesia
Di pantai sumur tiga, ada sebuah restoran milik seorang bule. Siang tadi gw nyoba pizza dengan toping cumi/gurita/seafood lainnya. Boleh juga
Mentari sembunyi #sumurtiga #beach #pantai #aceh #acehtrip #sabang #indonesia
Mentari sembunyi
Watching #sumurtiga #beach #pantai #indonesia #aceh #acehtrip #sabang
Watching
Bergaya di sumur tiga, tapi itu bukan saya :D #sumurtiga #aceh #acehtrip #sabang #beach #pantai
Bergaya di sumur tiga, tapi itu bukan saya :D
Raul, wisatawan asal spanyol sedang mengunjungi bunker di sabang. Raul senang tinggal di sabang, banyak morena katanya, wanita berkulit cokelat <3 #sabang #aceh #acehtrip #bunker #tourist #wisatawan
Raul, wisatawan asal spanyol sedang mengunjungi bunker di sabang. Raul senang tinggal di sabang, banyak morena katanya, wanita berkulit cokelat
Pandangan dari bawah bunker #sabang #bunker #aceh #acehtrip #indonesia
Pandangan dari bawah bunker

Meriam (dan seorang) betina (halah :D) #bunker #sabang #aceh #acehtrip #indonesia #meriam
Meriam (dan seorang) betina (halah :D)

Klah, nama pulau di belakang sana yang tak berpenghuni. Ia dilihat dari jalan menurun pulau weh #sabang #aceh #acehtrip #indonesia #island #klah
Klah, nama pulau di belakang sana yang tak berpenghuni. Ia dilihat dari jalan menurun pulau weh
Ini tugu sabang-merauke. Ada dua tugu serupa di indonesia, selain di sabang, ya di merauke. Tapi yang bikin penasaran, ada huruf jawa (?) di tugu itu. Org sabang yg gw tanya ga tau maksud/artinya. Yang jelas sabang ini mewakili persatuan indonesia. Nama s
Ini tugu sabang-merauke. Ada dua tugu serupa di indonesia, selain di sabang, ya di merauke. Tapi yang bikin penasaran, ada huruf jawa (?) di tugu itu. Org sabang yg gw tanya ga tau maksud/artinya. Yang jelas sabang ini mewakili persatuan indonesia. Nama stadionnya aja sabang-merauke

Ada sebuah kisah dari mesjid baiturrahman. Ketika tsunami, ga ada air yang masuk mesjid, padahal di sekitarnya air bah tinggi. Seorang yang kemudian jadi mualaf mengaku lihat ada ulama yang angkat mesjid itu. "Angkat dengan posisi begini?" Kata saya mempe
Ada sebuah kisah dari mesjid baiturrahman. Ketika tsunami, ga ada air yang masuk mesjid, padahal di sekitarnya air bah tinggi. Seorang yang kemudian jadi mualaf mengaku lihat ada ulama yang angkat mesjid itu. "Angkat dengan posisi begini?" Kata saya memperlihatkan posisi berdoa. Ya, kata sopir travel yg ceritakan kisah itu. Bahkan katanya, saat tsunami ada orang yang nyampe atap mesjid. Gimana caranya? Dia juga geleng kepala

Peninggalan sebuah rumah yang tersapu tsunami di dekat PLTD apung berlabuh. Tadi jalan2 di beberapa monumen peninggalan tsunami, diantar bapak yang kehilangan 4 anaknya. Beliau sampai gak berani masuk museum tsunami, gak kuat katanya #tsunami #aceh #aceht
Peninggalan sebuah rumah yang tersapu tsunami di dekat PLTD apung berlabuh. Tadi jalan2 di beberapa monumen peninggalan tsunami, diantar bapak yang kehilangan 4 anaknya. Beliau sampai gak berani masuk museum tsunami, gak kuat katanya
Ini pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang awalnya ada di lepas pantai. Ketika tsunami terjadi, dia terbawa arus dan terdampar 7 kilometeran dari pantai #tsunami #aceh #acehtrip #bandaaceh #pltd #2004
Ini pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang awalnya ada di lepas pantai. Ketika tsunami terjadi, dia terbawa arus dan terdampar 7 kilometeran dari pantai

Seorang nenek mendengar pemaparan anaknya tentang apa yang terjadi dengan kapal yang didudukinya. Mereka berbicara dalam bahasa jawa. Awalnya PLTD ini mau dikembalikan ke laut dengan merakit ulang, tapi pemerintah memutuskan menjadikan ini tempat wisata #
Seorang nenek mendengar pemaparan anaknya tentang apa yang terjadi dengan kapal yang didudukinya. Mereka berbicara dalam bahasa jawa. Awalnya PLTD ini mau dikembalikan ke laut dengan merakit ulang, tapi pemerintah memutuskan menjadikan ini tempat wisata

Di PLTD, kita bisa melihat banda aceh dari atas melalui teropong ini. Ongkosnya 1000 rupiah untuk satu koin khusus yang bisa membuka lensa binokular selama 1 menit #pltd #acehtrip #aceh #bandaaceh #indonesia #tsunami #2004
Di PLTD, kita bisa melihat banda aceh dari atas melalui teropong ini. Ongkosnya 1000 rupiah untuk satu koin khusus yang bisa membuka lensa binokular selama 1 menit

Sekarang mari kita ke museun tsunami aceh. Ada sebuah cerobong yang di dindingnya tertulis nama korban2 tsunami 2004. Di puncaknya, ada siluet nama tuhan. Coba kalian ke sana, suasananya makin bikin merinding karena ada lantunan ayat suci al quran #aceh #
Sekarang mari kita ke museun tsunami aceh. Ada sebuah cerobong yang di dindingnya tertulis nama korban2 tsunami 2004. Di puncaknya, ada siluet nama tuhan. Coba kalian ke sana, suasananya makin bikin merinding karena ada lantunan ayat suci al quran

Di bagian museum tsunami ini, ada jembatan penghubung ke lantai atas. Ruang ini apresiasi para negara yg bantu pemulihan pasca bencana. Selain menyatukan umat manusia dalam semangat tolong-menolong, tsunami juga meleburkan konflik GAM-TNI. "Kalau gak ada
Di bagian museum tsunami ini, ada jembatan penghubung ke lantai atas. Ruang ini apresiasi para negara yg bantu pemulihan pasca bencana. Selain menyatukan umat manusia dalam semangat tolong-menolong, tsunami juga meleburkan konflik GAM-TNI. "Kalau gak ada tsunami, mungkin hari ini GAM masih ada", kata seorang pengemudi mobil bercerita
Ini foto seorang ibu yang akhirnya bertemu anaknya setelah 2 bulan terpisah karena tsunami. Nafas saya tercekat lihat foto ini. Sama ketika lihat foto2 kemal jufri di pameran indonesia in the midst of cathastrophy. That's the beauty of photography #photog
Ini foto seorang ibu yang akhirnya bertemu anaknya setelah 2 bulan terpisah karena tsunami. Nafas saya tercekat lihat foto ini. Sama ketika lihat foto2 kemal jufri di pameran indonesia in the midst of cathastrophy. That's the beauty of photography
Penginapan di Pantai Iboih. Harganya 150-300 ribuan

Motif di dinding museum tsunami aceh ini simbol tari saman. Simbol kekompakan, hubungan harmonis antar sesama manusia #museum #tsunami #aceh #acehtrip #saman #dance #tari
Motif di dinding museum tsunami aceh ini simbol tari saman.
 Simbol kekompakan, hubungan harmonis antar sesama manusia
Pantai Iboih di suatu sore
Ini namanya kherkof, makam orang belanda di banda aceh. Yang di bawah pohon pusara putra sultan iskandar yang tewas setelah dirajam karena zina. Betapa pemimpin kerajaan islam itu pegang sabda nabi bahwa jika anaknya yang mencuri, beliau sendiri yang poto
Ini namanya kherkof, makam orang belanda di banda aceh. Yang di bawah pohon pusara putra sultan iskandar yang tewas setelah dirajam karena zina. Betapa pemimpin kerajaan islam itu pegang sabda nabi bahwa jika anaknya yang mencuri, beliau sendiri yang potong tangan anaknya