Tiga hari lalu saya belajar backpacking sendirian ke Singapura. Berikut ini dokumentasi videonya sekaligus tutorial bagi yang ingin nyoba berdasarkan pengalaman saya. Beberapa tempat yang dituju diantaranya: kawasan Bugis dan Bras Basah, War Memorial park, Esplanade, The Helix, Art Science Museum, Gardens By The Bay, Merlion Park, Raffles Landing Site, kawasan China Town, Clarke Quay, hingga menonton konser band Taking Back Sunday di Somerset. Enjoy!
Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Maret 2014
Kamis, 19 April 2012
Kamis, 19 Januari 2012
Rabu, 09 November 2011
Di Jalan: Ada Polisi
Siang itu sayang dan adik hendak bertolak dari Dago menuju Limbangan. Di depan terminal Cicaheum, laju kendaraan melambat. Ternyata ada razia polisi, dan malangnya, seorang petugas berurutan mengarahkan telunjuknya ke motor saya dan pinggir jalan. Surat-suratan sudah saya keluarkan, aman semua. Tiba-tiba pak polisi tanya, "Kang Rheza kenapa lampunya ga dinyalain?" mampus, saya lupa nyalain lampu. "Oh iya pak lupa, ini langsung dinyalain kok," sambung saya reaktif. Si bapak malah nyuruh saya nyamperin dia, SIM-STNK dia pegang. Katanya tanggal 18 saya ada waktu ga? Sial. Saya bilang ga bisa, lalu pak polisi nawarin titipin denda ke dia. Trus si pak pol buka buku kecilnya tempat dia nyatet, di bagian belakang ada kertas kecil yang dilaminating, isinya jenis pelanggaran, undang-undang yang sepertinya ngatur sanksi, dan nominal denda. Atas pelanggaran saya yang lupa nyalain lampu, di kertas itu tertulis denda 100.000, tapi si bapak bilangnya setengahnya aja. Saya ga banyak omong lah yang penting bisa jalan lagi. Setelah ngasih uang+tanda tangan di form penyerahan, saya pergi lagi membawa perasaan kesal. Kalo memang segitu doang pelanggarannya, kenapa ga ngingetin aja dari pinggir jalan, suruh nyalain lampu, kan jelas efeknya, si pengendara jadi sadar saat itu juga, tanpa ada bumbu kejadian lain, tapi yaudahlah. Saya ngaku salah, lupa. Yang saya sesalkan, mereka seakan memanfaatkan pelanggaran sebagai sumber pemasukan. Biar timbul efek jera kali ya, Okelah. Sistemnya yang salah kali ya, sehingga para penegak hukum tadi malah harus dijadiin musuh gitu. Salah mindset sayanya juga kali ya, sebenarnya polisi ga sejahat itu kok.
Di bundaran deket IAIN Bandung ternyata macet, tepat di depan saya sebuah mobil box mengantri maju. Di bagian belakang mobil itu ada sebuah tulisan, All Cop are Bastard. Saya langsung minta adik memotretkan tulisan itu. Ada juga tulisan ironik lain di box mobil itu, katanya Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Bangsat.
Belakangan ini, citra polisi emang lagi rusak. Terakhir kita denger kabar polisi di Papua dibayar perusahaan luar yang butuh pengamanan disana, dan kapolri bilang itu hal yang wajar. Kritik buat polisi juga muncul dalam berbagai bentuk, diantaranya berupa musik. BRNDLS baru aja rilis video klip Awas Polizei, Ucok Homicide rilis kompilasi/mixtape lagu-lagu tentang kebobrokan polisi. Tapi jangan sedih dulu, masih banyak polisi baik disana, percayalah, salah satunya bang Norman, briptu yang humanis itu.
Di Jalan: First Ride
Akhirnya saya mengalami sensasi mengemudi motor dari Limbangan (Garut) ke Bogor. Biasanya saya berpindah posisi Bogor-Garut dengan bis. Di bis enaknya tinggal duduk, bisa sambil baca, tidur, bengong, dll. Ga enaknya kadang bosen baca, udah ga ngantuk, dan ga tau harus ngapain lagi. Haha. Kalau naik motor, enak liatin pemandangan, trus harus fokus terus ke jalan (yaiyalah). Ga enaknya ya ga bisa naik motor sambil baca, apalagi sambil tidur. Selama perjalanan pertama ini, ada beberapa hal menarik. Di daerah sebelum Parakan Muncang, ada mobil terbakar. Ini fotonya.
Sebenarnya ada hal unik lainnya, kayak tukang parkir yang gayanya hiphop banget (kacamata hitam, jaket biru, celana kuning, sepatu gede, tangan melambai-lambai kayak lagi nyanyi hiphop, padahal lagi markir tuh), ada juga tukang parkir yang pake sepatu boots semacam doc mart, kacamata hitam, pake headband, baju serba hitam. Ya tampilan Otong Koil di bawah, Arian 13 di kepala, muka Ian Kasela, baju The Ramones. Sekolahan anak metal juga ada, SMK 666. Cadas, pasti seragamnya warna item semua, terus lagu kebangsaannya Hitam Semesta, lagunya Komunal. Lagu wajibnya Are You Metal, punya Helloween. Hihi. Sayang ga difoto, wong lagi maju motornya, terlalu berisiko kalo harus tiba-tiba berhenti dan motret, atau motret sambil motornya maju. Haha.
Ini foto saya pas bangun lagi setelah tidur dulu di pinggir jalan di daerah Cianjur :D
Selasa, 08 November 2011
Di Jalan: Pemandangan
Kalau ini, foto pemandangan selama pulang pergi pake motor
Di Jalan: Bunuh Diri
Di sebuah jembatan di dekat Gerbang Marhamah Cianjur, ada seorang wanita yang sedang menangis. Tiga orang temannya terlihat sedang mengatakan sesuatu. Saya lalu menepi di ujung jembatan dan mengambil gambar. Seorang anak berlari ke arah saya, sepertinya dia mau manggil seseorang. Saya tanya ke anak itu, ada apa di jembatan sana. Katanya ada yang mau bunuh diri, loncat dari jembatan maksudnya.
Bunuh diri. Kasian sekali orang yang terpaksa harus pilih jalan itu. Sebenarnya ga gampang loh buat bunuh diri itu, soalnya tubuh kita punya semacam insting untuk terus bertahan hidup. Yang sampe berhasil bunuh diri, itu mungkin mereka yang bener-bener kalut, sampe hal paling dasar yang dimiliki makhluk hidup aja (insting bertahan hidup tadi) harus menciut. Kalau kamu pernah punya niat serupa, coba deh baca tulisan ini sama ini. Agak mistis sih, tapi menariknya, yang nulis Risa Saraswati, biduan itu loh, mantan vokalis Homogenic yang sekarang nyanyi solo di Sarasvati.
Langganan:
Postingan (Atom)











