Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2014

Don't Climb The Wall, Walk Through It

Saya punya gagasan tentang suatu rangkaian nada untuk dikemas dalam sebuah lagu. Salah satu yang sudah tersusun dalam formasi yang membentuk drama, ya lagu di bawah ini. Membentuk drama maksudnya sudah ada flow-nya gitu, ada pengantar, klimaks, lalu ending-nya juga sudah terpikirkan. Tinggal liriknya yang belum ada. Ketika Finding Nadia sepakat untuk merilis album terakhir dan membubarkan diri, lagu ini saya ajukan, karena nuansanya memang minor, sesuai dengan roh Finding Nadia yang emo. Setelah diperdengarkan ke teman-teman yang lain, mereka punya pemaknaan sendiri dengan lagu ini. Fan punya liukan nada sendiri untuk mengisi part gitar lain, demikian juga Cet dan Rona yang lebih nyaman dengan alur nada versinya sendiri. Liriknya rampung setelah diracik Rona, sesi vokalisasi  juga akhirnya beres. Tapi kami sempat kesulitan memberi judul. Setelah menyingkirkan sejumlah judul lain, disepakatilah titel lagu keenam di album terakhir Finding Nadia ini, adalah Don't Climb The Wall, Walk Through It. Video dibawah adalah janin dari lagu tersebut. Selamat menikmati!


Senin, 21 November 2011

Ira dan Charisa


Little Girl Named Ira by Rheza Ardiansyah


Ini adalah rekaman suara Ira, anak pemilik warteg tempat saya biasa makan di Bogor. Ira menyanyikan sebuah lagu berjudul Cingcangkeling.

Charisa by Rheza Ardiansyah

Charisa adalah seorang anak yang saya temui di ATM center BNI Darmaga. Saat itu sudah malam, Charisa belum pulang ke rumahnya. Dia masih menenteng plastik sumbangan dan menyodorkannya ke arah orang yang baru keluar ruang ATM, berharap ada denting suara koin dan tambahan berat plastik yang ia tenteng bersama kakaknya.

Minggu, 20 November 2011

Menyimpan di Tempat Teraman

"Tempat paling aman buat nyimpen rahasia 
adalah di tempat umum"

Pernyataan diatas saya baca di buku The Jacatra Secret. Kalimat itu dicetuskan oleh George Washington. Sebenarnya kuotasi itu dikaitkan dengan peletakan rahasia secret society yang disematkan di kode-kode tertentu di tempat umum, tapi yang akan saya bahas selanjutnya bukan soal itu. Ini soal menyimpan jejak, atau bolehlah dibilang kenangan. Kalau semboyan Eyang Washington tadi dimodifikasi, kira-kira bunyinya jadi gini:

"Tempat paling aman buat nyimpen data adalah di internet"

Di kesempatan pertama bertugas sebagai reporter Koran Kampus IPB, saya mendapat kesempatan mewawancarai salah satu penggiat Blogger IPB, Aziz Nurussadad. Katanya kalau kita nulis di kertas, atau di tembok, mungkin tulisan kita hilang, tapi kalau kita nulis di blog/internet, tulisan kita bakal ada selamanya.

Berangkat dari logika berpikir macam gitu tadi, saya lalu mengunggah dua file yang nangkring di folder rekaman suara. Mungkin suatu hari nanti ketika saya dengar rekaman suara ini lagi, saya ingat bahwa ketika kuliah saya punya seorang teman dekat, Fanfan.

Rheza and Fan - Brilliant Color of The Night (Asphoria Cover) by Rheza Ardiansyah

Rheza and Fan - Funeral For Torquoise (Asphoria Cover) by Rheza Ardiansyah

Rabu, 03 Agustus 2011

Selasa, 17 Mei 2011

Meme Game

Ini adalah meme game yang pernah saya ceritain di twitter.

Permainan ini saya ketahui dari sebuah blog bernama parallel lines. Harusnya kan per hari, tapi ribet ah kalau per hari. Hehe. Saya juga mengajak teman2 yang baca tulisan ini untuk membuat tulisan serupa :)

Seperti yang saya bilang waktu itu, pembahasan meme game saya mau difokusin ke koleksi kaset, sambil mengenang masa kejayaan si perekam berbentuk pita. Tapi kalau mentok ga ada pilihan lain, saya bakal bahas di luar koleksi, boleh ya. Hehe. Here they are:

1. your favorite song :

Susah buat milih kategori ini, banyak banget soalnya. Untuk memilih satu lagu favorit ini, saya ambil kaset yang pertama saya beli dan pilih satu lagu paling saya suka. Ayo ada yang mau nebak album apa dan band apa yang saya beli? Dia adalah Red Hot Chili Peppers album By The Way. Saya beli kaset itu pas SMP, dibeliin dan dianter sama bokap. Hehe. Kaset itu saat ini nasibnya mengenaskan, pitanya kusut gara-gaya tape yang saya pake udah berumur sehingga mempengaruhi kinerjanya. Semua lagu di album itu saya suka, bahkan lagu terakhir, Venice Queen sampe menginspirasi kedatangan RHCP di IPB :D. Cerita lengkap tentang lagu itu ada disini. Tapi kalau harus milih satu yang paling wah, The Zephyr Song pilihan saya. Lagu itu adalah alasan kenapa kaset itu saya beli. Let’s fly on our zephyr ;)

2. your least favorite song

Buat yang satu ini, saya pilih lagu dari kaset terakhir yang saya beli. Dia adalah Endank Soekamti dengan albumnya yang bertajuk sssttt...!!!. Kaset itu saya beli tanggal 2 Juni 2007. Kenapa saya inget? Karena di dalam sleeve kaset itu ada sayembara, katanya buat yang mau jadi anggota kamtis family dan dapet souvenir, daftar sebelum tanggal 1 Juni 2007. Waktu itu sehari setelah batas akhir pendaftaran. Oke, lagu yang paling saya suka di album ini adalah Asu Tenanan. Waktu itu saya belum ngerti tu lagu nyeritain apa, tapi setelah tanya-tanya arti lagu berbahasa jawa itu, saya akhirnya tau. Musiknya punk khas Endank Soekamti, liriknya jowo banget, di akhir lagu ada outro instrumen gamelan kayak lagu Pagi Yang Menakjubkan-nya Sheila On 7. Pokoke lagu iki asu tenanan :D

3. a song that makes you happy

Lagu yang bikin saya seneng adalah Geek Stink Breath punya Green Day. Seperti yang sudah teman-teman ketahui, tape saya itu agak gimana gitu sehingga jika dan hanya jika kaset dimainkan disana maka risiko pitanya kusut itu cukup besar. Pas saya lagi nyetel lagu Geek Stink Breath di album International Superhits, pitanya kegulung kusut di dalem, nyangkut ke head tape, saya tarik kan susah, diakalin sedemikian rupa sehingga putuslah pitanya, padahal baru beli kemarinnya itu, sial. Pulang sekolah saya nyari lagi kaset itu, dan ternyata udah ga ada. Saya emang agak telat waktu itu ngoleksi Green Day. Skuad pimpinan Billy Joe itu waktu itu baru keluarin American Idiot, nah saya nyari album lama, ya jelas susah. Akhirnya saya nyerah, beli American Idiot aja, setidaknya sama-sama Green Day. Pas tu kaset dibungkus, ternyata International Superhits ada di rak sebelah. Masif terima kasih dihaturkan buat sohib saya Hamim yang waktu itu nganter beliin tu kaset. Setidaknya setelah denger lagu ini jadi inget dulu dikasih akses ke karya favorit dan perjuangannya cukup berkesan.

4. a song that makes you sad

Ada album yang bikin saya sedih. Ga sedih sih, menyesal lah tepatnya. Saya beli kaset Sex Pistols album Kiss This, dan saya menyesal karena saya Cuma bisa menikmati dua lagu pertama di album itu, God Save The Queen sama Anarchy In UK. Sisanya, ga saya denger lagi, ga seselera. Haha. Padahal waktu mau beli kaset itu saya bingung antara Sex Pistols itu sama kaset The President of United States of America. The President of USA ga kebeli sampe sekarang, jadinya tau Cuma dua lagu, Video Killed The Radio Star sama Peaches.

5.a song that reminds you of someone

Blink 182, Always. Lagu ini ngingetin saya ke Raindy Sofyandi yang mengenalkan Blink 182. Kami pernah sesekolah camping waktu SMA, pas ada penampilan seni tiap kelas, Raindy nyanyiin lagu ini. Dia juga penggemar berat Guns N Roses, sementara saya gila Nirvana. Jelas kami saling ejek senior masing-masing, wong Axl sama Cobain kan ga akur, tapi kami punya titik temu, Blink 182 ini. Saya denger Blink 182 pertama kali album Blink 182. Telat yah, itu karena sebelumnya saya apriori sama sebuah karya. Kalau udah dilabeli ‘pop’ meskipun ada embel-embel punk-nya, saya jadi ogah. Tapi sekarang sadar, ga menilai sebuah karya dari judulnya, apalagi dari genrenya. Nah, yang menarik dari album itu adalah, saya harus beli 2 kaset dengan judul yang sama karena kaset Raindy pitanya kusut pas dipinjem (jadi harus saya ganti) dan satu kaset lagi buat saya sendiri. Hehe.

6. a song that reminds you of somewhere

Ah, tentu saja prelude 3.0, The Blister Exist sama Three Nil di album The Subliminal Verses-nya Slipknot. Lagu-lagu itu adalah 3 lagu pertama yang dipasang di album itu sebelum Duality. Dulu di Metro TV ada acara musik tuh jam setengah 4 sore, apa ya judulnya lupa. Nah ada video Duality punya Slipknot, saya suka, beli kasetnya. Saya kurang jago ngapalin judul lagu, jadinya 3 lagu itu dilabeli bukan dengan judul, tapi dengan sebuah situasi saat era pertama kali saya tiba di Intan Kos, kosan saya waktu SMA. Kaset itu sering saya setel tiap pagi, jadi ngena banget sama suasana Intan Kos yang serba hijau, berbahan dominan kayu, bau nasi goreng buatan ibu kos. Uuuuuuuhhhhh.....

7.a song that reminds you of a certain event

Lagunya Nirvana, Smells Like Teen Spirit. Ada dua kejadian yang ‘lagu ini banget’. Pertama, perpisahan SMP. Saya manggung bawain lagu itu sama Aing Pendukung Persib punya PAS Band. Di sesi lagu pertama dalam album Nevermind itu, Adam malah joget dangdut di panggung, Ridwan on fire banget nyanyinya, Abeng yang ngenalin saya ke bang Cobain main bass, Zam-zam main gitar anteng, Andi oh tentu saja jadi Dave Grohl jadi-jadian, dan saya untuk pertama kalinya lompat sambil main gitar. Hihi. Gaya itu terinspirasi dari sebuah skena di video klip Points Of Authority-nya Linkin Park. Sejak saat itu, gaya loncat-loncat sambil main gitar cukup fasih saya praktikkan, meskipun waktu perpisahan SMA pas bawain Punk Hari Ini kaki saya keseleo pas loncat, sampe bengkak. Untung langsung dibenerin, kalau telat katanya waktu itu bakal sulit sembuh. Untung, untung. Nah kejadian kedua gara-gara lagu itu adalah aksi perusakan tape saya yang jadul itu. Haha. Jadi ceritanya saya suka Nirvana setelah dipinjami kaset Nevermind sama Abeng. Kaset itu saya balikin dan saya beli yang baru. Baru aja beli, saya udah siap tuh ngulik lagu pertama, Smells Like Teen Spirit, tapi kok lama mulainya. Pas saya cek ternyata tombol record kepencet, artinya sekian bagian lagu pertama hilang dong. Marah banget saya, langsung ambil gunting, pijit tombol record tanpa kaset di dalem, pas muncul semacam alat gitu, langsung saya potong pake gunting, dan tanpa pikir panjang saya buang ke tempat sampah. Saya kembali ke hadapan tape itu dan meratapi nasib Nevermind saya yang baru aja dibeli.

8. a song that you know all the words to

What We’re All About judulnya. Lagu ini pertama saya kenal dari video klip OST Spiderman lalu lagu ini ada juga di album kompilasi OST Spiderman punya Ridwan, teman sekamar saya di Intan Kos. Lagu ini juga muncul di album Half Hour of Power yang saya dapat dari hasil barter majalah Hai dengan 3 album SUM 41 punya dia. Saya sengaja ngapalin liriknya saking suka sama lagu ini. Hehe. Lagu ini pernah dibawakan waktu seleksi PPAN. Lagu hiphop yang saya bisa nyanyiin paling lagu-lagu Linkin Park, lagu ini, sama lagu Breakstuff-nya Limp Bizkit. Masa di seleksi bawain Breakstuff yang penuh dengan f words. Hehe.

9. a song that you can dance to

Dance saya paling ngangguk-ngangguk, dan lagu yang bikin saya begitu ya lagunya Rancid, Out Of Control. Singkat lagunya, temponya cepet, nyanyi teriak-teriak dan sewot, cepet banget si Lars Frederiksen nyanyi. Kaset itu sebenarnya saya beli dengan niat coba-coba. Waktu itu nama Rancid sering saya denger, tapi ga tau lagunya kek mana. Pas album Indestructible ada di rak toko kaset, coba lah saya beli, ternyata ajib semua.


10. a song that makes you fall asleep

Apa ya? Dewa album Cintailah Cinta. Haha. Waktu SMP saya cukup sering tidur siang, dan lagu pengiring tidur itu ya lagu-lagunya Dewa itu.


11.a song from your favorite band

Nirvana adalah band yang albumnya paling banyak saya koleksi. Lagu favorit Nirvana yang saya pilih di sesi ini adalah Breed. Ga ada matinya tu lagu. Pertama kali saya denger lagu itu di acara band 17-an di Kampung saya. Waktu itu pemain bass yang nyanyiin lagu ini pake sarung, balik ngaji kayaknya dia, eh langsung nge-Breed. Atau mungkin karena berkah pengajian, lagu itu langsung saya suka. Haha. Breed ada di album Nevermind yang semua lagunya ga ada yang gagal, bagus semua. Gambar di bawah ini adalah cuplikan video saat Nirvana membawakan lagu itu


12. a song from a band you hate

Band yang ga saya suka apa ya? Ga ada di koleksi kaset saya pastinya. Baiklah saya pilih Guns N Roses, soalnya mereka rival Nirvana. Haha. Ngga lah bukan itu alasannya. Ga suka aja sama suara melengkingnya si Axl Rose. Dandanannya juga menor gitu, berlebihan. Ironisnya, waktu saya masih kos di Pioneer, poster Axl Rose ukuran A2 bonus majalah Trax dipajang di kamar, kalung salib yang dia pake dilipat sama Van. Lagu dari band yang tidak saya sukai adalah Knockin’ On Heaven’s Door yang slow tapi melengking :p

13a song that is a guilty pleasure.


Muse, Time Is Running Out. Waktu itu saya pinjem kaset Absolution punya Winda, eh kasetnya (seperti biasa) kusut pas bagian lagu itu. Saya minta maaf ke Winda, dia bilang ga usah diganti. Hehe. Makasih ya Winda, semoga Tuhan mengganjar dia dengan koleksi karya musik yang lebih banyak :D

14. a song that no one would expect you to love

Lagu Westlife yang judulnya Loneliness Knows Me By Name. Haha. Lagunya bagus, saya suka. Itu kasetnya saya punya. Di sleevenya ada tanda tangan mereka lagi. Unyuk sekali ya Westlife itu, sekalian aja tambahin cap jempol, cap bibir sama cap tiga jari :p

15. a song that describes you

Nirvana, In Bloom. Apalagi pas bagian reff, “he’s the one who likes all our pretty songs and he likes to sing along and he likes to shot his gun but he don’t know what it means”. Di SMA suka Nirvana itu dikit banget, bahkan di kelas kayaknya saya yakin I’m the only one who loves Nirvana. Makanya “he’s the one who likes all our pretty songs” rasanya pas, “he likes to sing along” juga iya, “he likes to shot his gun” ini paling ga saya banget :D. “he don’t know what it means” merujuk ke lagu-lagunya kali yah, saya belum paham arti semua lagu Nirvana itu, nanti ya mungkin pas udah gede. Hehe. Ada lagi ni kenangan menarik tentang SMA dan Nirvana. Waktu kelas satu, di jendela belakang ada poster Shevchenko. Bukan poster sih, kliping lah. Nah si Sheva lalu diganti sama gambar Cobain yang diprint di kertas HVS.



Sisa pertanyaan kita lanjutkan di sesi berikutnya OK ;)