Kamis, 02 Juni 2011

Manis Getir Skripsi: Menunggu


Saat itu hari sabtu, 28 mei 2011. Saya ga boleh istirahat sebelum ini semua beres, kata hati saya menyemangati. Weekend justru bisa jadi peluang bagus karena para responden pada diem di asrama. Pagi hari itu saya SMS-in para responden, diminta kesediaannya mengisi kuesioner. Ada yang bersedia, sebut saja namanya bunga. Si bunga ini katanya hari itu bebas bisa kapan aja dikasih kuesioner, saya sepakati jam 11 jadi waktu pertemuan kami, di pos satpam asrama. Beberapa menit sebelum waktu yang dijanjikan, saya udah nongkrong di tempat perjanjian. Saya SMS-lah si bunga tadi, saya bilang bahwa saya udah nunggu. Bunga lalu menjawab, “, ea tnggu bntr age,,”. Oke, saya lalu nunggu di bawah terik mentari duha hari sabtu yang memeras keringat itu. Saya kira paling maksimal 5 menit lagi dia juga nongol.

15 menit kemudian: saya tungak-tengok, kok ga ada ya tu orang

30 menit kemudian: ada mahasiswi berjalan ke arah pos satpam. Aha, ini pasti dia. Wajah ramah langsung saya pasang. Sekitar lima langkah lagi ke pos satpam, wanita itu berbelok.

45 menit kemudian: dalam hati saya berdialog dengan diri sendiri, SMS ga ya? SMS ga ya? Kalo diSMS takut terkesan memaksa, ga enak udah ngerepotin suruh ngisi kuesioner, diburu-buru lagi. Baiklah, saya tunggu.

57 menit kemudian: saya kirim SMS begini ke bunga, “bunga maaf saya ada aktivitas lain, kamu masih lama? Saya tunggu 3 menit lagi disini ya. Makasih”

Jam 12 lebih 1 menit (injury time 1 menit) saya meninggalkan asrama putri. Bunga tidak menjawab SMS terakhir saya. Kata-kata agus yang mengutip ucapan bu euis terngiang di telinga saya, “Tidak ada penelitian yang mudah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar