Jumat, 16 Desember 2011

Asia-Africa Youth Forum 2011

Konferensi Asia-Afrika (KAA) di tahun 1955 menghasilkan dasasila bandung. Ruh dari sepuluh poin deklarasi itu berusaha untuk terus dihidupkan melalui pembentukan Asia-Africa Youth Forum (AAYF). AAYF pertama digelar tahun 2010 lalu di Bandung, kota yang 56 tahun lalu dijadikan tempat berlangsungnya KAA. AAYF tahun ini akan terus direvitalisasi, diantaranya melalui pertemuan pada tanggal 12-15 Desember 2011 di Bandung. Berikut beberapa foto dan video dari gelaran tersebut. Klik pada gambar untuk memperbesar ukurannya.

Tubagus Ari, perwakilan dari PCMI Jabar yang membantu pelaksanaan kegiatan ini
Kang Harri, salah satu pemateri
Diskusi
Diskusi
Diskusi
Musa dari Uganda
Musa saat ini sedang menempuh pendidikan Psikologi di Unpad

Musa menyanyikan salah satu lagu ST12
Ibu Mitta mengenalkan ilmu grafologi kepada peserta
Ibu Mitta menanggapi konsultasi peserta tentang hasil pembacaan karakter melalui tulisan dan coretan tangan





Kang Avip menyampaikan materi kepada peserta

Karaoke


Usai acara ditutup, saya dan empat orang lainnya (Oki, Rahyang, Bagin, Naluri) menyempatkan diri berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika. Rahyang dan Naluri yang banyak bercerita. Kata mereka, pemilihan tempat konferensi yang kita kenal sebagai gedung Asia-Afrika itu dilakukan karena dulu disana ada tulisan yang bahasa belanda yang intinya berbunyi bahwa kaum pribumi dan anjing dilarang masuk daerah situ. Makanya KAA digelar disana, sebagai bentok "tonjokan" buat kaum penjajah yang rasial. Di depan gedung Asia-Afrika juga ada pusat perbelanjaan De Vries. Dulunya tempat ini tempat paling prestisius. De Vries dan gedung Asia-Afrika dipisahkan oleh jalan yang tergolong jalur pos, itu loh, yang dibikin semasa pemerintahan Daendels, yang jalurnya dari Anyer ke panarukan di Situbondo Jatim sana. Di daerah sekitar itu juga ada gedung apotik yang sudah ada sejak dulu.

Publikasi acara di museum
 
 
Berlatar De Vries

Ruang utama, tempat konferensi digelar 56 tahun lalu


Ini adalah kamera yang digunakan untuk mendokumentasikan KAA
Ternyataa pada bulan Mei 1956 juga digelar konferensi pelajar Asia-Afrika
Dasasila Bandung dalam berbagai bahasa

Kartu pers


Hidden galery

Kami lalu melanjutkan "petualangan" ke Jalan Braga, ke sebuah cafe kuno yang sudah ada sejak tahun 30an, Sumber Hidangan nama tempatnya. Masih kata Naluri, pengelola cafe ini kabarnya ogah kalau tempat usahanya terlalu diekspos media, bahkan katanya ambil foto di dalem aja ga boleh. Demi keperluan pelestarian monumen bersejarah (ngeles :D), saya maksain ambil foto diam-diam. Hehe.

Sumber Hidangan

2 komentar:

  1. hai za! makasih ya foto-fotonya!
    wah ke sumber hidangan toh.. nyobain the famous katte tongue nya ga? (eh gimana nulinya ya? :D) itu, kue lidah kucing nya. enak banget. :D

    BalasHapus
  2. wah kalau atu ada menu kayak gitu aku pesen kak.hehe.kapan2 berarti belinya ntar pas bareng kakak ya :D

    BalasHapus