Minggu, 22 November 2015

Sekitar Sungai Main

Saya sudah menandai Jumat itu jauh-jauh hari. Ketika mengunjungi kota Leipzig beberapa bulan lalu, saya berhalangan melaksanakan solat jumat. Bukan berhalangan seperti seorang perempuan bilang berhalangan loh ya. Waktu itu saya nggak menemukan mesjid yang menggelar solat jumat. Kali ini, mesjid untuk jumatan sudah saya tandai, tapi jadwal wawancara orang Jerman juga jam segitu. Sayang sekali. Padahal saya ingin merasakan bagaimana beribadah sebagai seorang minoritas. 

Solat Jumat diganti solat dzuhur, dan hari itu akhirnya saya menjelajahi daerah sekitar sungai Main. Ini dia kisah lengkapnya:

Merpati di alun-alun Kunstablerwahche


Ada kaca yang seperti cermin, lumayan bisa berswafoto. Hehe
Bagian depan mesjid. Tempat solat di sini tidak berkubah. Lokasinya pun nyempil di antara gedung-gedung besar

Pintu-pintu di dalam mesjid

Mimbar solat
Suasana di dalam zentral bibliotek atau perpustakaan pusat kota Frankfurt

Dari kawasan perpustakaan pusat, saya menuju sungai Main, tapi ternyata tersesat. Saya baru sadar setelah nanya orang. Ternyata arah jalan saya malah menjauhi sungai besar itu

Berbalik arah menuju sungai Main

Jalan di belakang sekeluarga yang lagi jalan-jalan 

Begitu nyampe di pinggir sungai, saya langsung takjub. Gila ini keren banget. Betapa pinggiran sungai menjadi halaman depan kota ini

Dari kejauhan tampak gereja romer

Duduk di pinggir sungai sambil menyantap kebab

Perkakas yang saya bawa. Repot banget memang, tapi menyenangkan

Hasil gambar sketsa. Awalnya saya buat yang berwarna, tapi gagal. Hehe
Di pinggiran sungai Main tersebar 33 museum bertema khusus. Materi promosi Indonesia sebagai tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair juga banyak bertebaran.

Bagian dalam gedung film yang saat itu sedang memutar film Tabula Rasa


Ada gerobak sate di pinggir sungai Main

Suasana beranda sebuah museum

Daun kering, rumput hijau

Papan penunjuk arah, lengkap dengan informasi dimana ada apa hingga apa itu

Tangga menuju jembatan Eiserner Steg

Eiserner Steg kala malam mulai datang

Di Eiserner Steg banyak gembok penanda orang pacaran

Tau begini saya bawa gembok juga buat digantung di sini. Hehe


Sepasangan wisatawan Jepang menikmati Frankfurt dari jembatan penyeberangan orang ini



Perjalanan hari ini berakhir dengan pulang ke hotel di dekat halte ledder museum. Sebelum naik kereta, bikin sketsa dulu. Hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar